Ini Alasan Harga Bitcoin Bisa Reli usai Pertemuan FOMC The Fed


Harga Bitcoin secara konsisten memancarkan volatilitas yang mencolok di sekitar jadwal pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Data historis dari pertemuan terakhir mengungkap, harga Bitcoin cenderung terjun menjelang keputusan suku bunga FOMC. Namun, ini kemudian disusul dengan kenaikan signifikan pasca pengumuman.

Bitcoin Terjun Jelang FOMC, Terbang Pasca Keputusan The Fed

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) adalah sebuah cabang dari Federal Reserve System yang bertanggung jawab mengawasi operasi pasar terbuka di Amerika Serikat. Pertemuan FOMC merupakan peristiwa penting. Ini menjadi wadah di mana keputusan-keputusan kunci terkait suku bunga yang dipinjamkan bank kepada satu sama lain dan kebijakan moneter dibuat.

Pertemuan ini biasanya terjadi 8 kali setahun dan melibatkan diskusi mendalam tentang perekonomian AS serta berbagai faktor yang memengaruhi kinerjanya.

Pada tanggal 13 Desember 2023, FOMC memutuskan untuk mengerem kenaikan suku bunga di kisaran 5,25% – 5,50%. Menjelang pertemuan kala itu, harga Bitcoin tercatat turun sebesar 8,76%. Namun, setelah pengumuman, Bitcoin naik sebesar 22,07%. Menariknya, pola ini terulang lagi pada tanggal 31 Januari 2024, kala FOMC kembali mengerem kenaikan suku bunga. Sehingga, langkah itu menyebabkan harga Bitcoin turun 4,55% menjelang pertemuan dan kenaikan 26,34% pasca terlaksananya pertemuan.

Tren serupa terjadi lagi di tanggal 20 Maret 2024, di mana harga Bitcoin ambruk 11,82% sebelum pertemuan FOMC dan melesat naik 18,09% setelah keputusan. Sama halnya, pada tanggal 1 Mei 2024, Bitcoin sempat turun 12,69% sebelum The Fed mengerem kenaikan suku bunga. Lalu, harga BTC naik lagi 15,95% pasca pengumuman tersebut.

Kinerja Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Menjelang pertemuan FOMC pada tanggal 12 Juni 2024, harga Bitcoin terpantau sudah amblas 8,25%. Yang menarik, Senator AS Elizabeth Warren, Jacky Rosen, beserta John Hickenlooper telah mendesak Federal Reserve untuk memangkas suku bunga. Adapun dasar atas desakan mereka ini adalah terkait efek negatif dari kebijakan moneter yang berlaku saat ini terhadap inflasi dan kondisi ekonomi. Para Senator AS ini melayangkan surat kepada Ketua The Fed Jerome Powell, berbunyi:

“Kebijakan moneter The Fed tidak membantu mengurangi inflasi. Malah, kebijakan ini melambungkan biaya perumahan dan asuransi kendaraan—dua pendorong utama inflasi—mengancam kesehatan ekonomi dan berisiko resesi yang dapat mendorong ribuan pekerja Amerika kehilangan pekerjaan mereka.”

Berdasarkan data historis, para pengamat pasar mengantisipasi potensi rebound harga Bitcoin setelah pengumuman FOMC. Pola yang konsisten menunjukkan, terlepas dari keputusan The Fed, Bitcoin seringkali pulih dan bahkan mengalami kenaikan menyusul ketidakpastian awal seputar pertemuan FOMC mereda.

Dengan demikian, memahami tren ini bisa membantu investor membuat keputusan yang tepat, dengan menyeimbangkan risiko dan peluang yang dihadirkan oleh volatilitas inheren Bitcoin di sekitar pengumuman ekonomi besar.

Bagaimana pendapat Anda tentang peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan FOMC kali ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter RedaksiNusa Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *